MONITORING RUMAH KOS DI JALAN MARTA DINATA

Kasi Trantib Kecamatan Ade Waldy Memperingatkan pemilik kos untuk tidak mencampur penghuni kost laki laki dan perempuan(1/8/18)

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Pontianak Barat, Bapak Ade Waldy berserta staf trantib dan Babinsa turun ke lapangan terkait laporan warga akan keberadaan kost yang meresahkan warga sekitar, dalam keterangan nya saat di temui di cafe pemilik kost , mengatakan masih banyak pemilik kos di Kecamatan Pontianak Barat yang tidak taat aturan Pemerintah Kota Pontianak. Salah satunya adalah membuka kos campuran.

“Sudah ada imbauan dari Wali Kota, kos itu khusus untuk perempuan atau laki-laki, mereka tidak boleh campur,” kata Ade Waldy, Rabu (01/08/18).

Selain itu bagi yang berdomisili di Kota Pontianak tidak boleh tinggal di kos tanpa alasan yang kuat. Semisal rumah yang bersangkutan berada di daerah Sungai Jawi, lalu ia tinggal di kos yang ada di daerah Purnama. Jika terjaring razia, maka dirinya akan tetap diamankan.

“Kecuali rumahnya di Batulayang, dia kuliahnya di Universitas PANCABAKTI, dan juga di kosnya tidak sedang bersama dengan lawan jenis yang bukan pasangan sahnya masih bisa kita pertimbangkan,” lanjutnya.

Tak hanya penghuni, pemilik kos pun akan di beri Teguran temuan pelanggaran oleh petugas. Jika sampai berkali-kali melanggar, maka akan diambil pertimbangan untuk menutup usaha kosnya.

Ade Waldy juga mengungkapkan kebanyakan kos yang ditemukan pelanggaran terhadap perda adalah yang lokasinya terpisah dari tempat tinggal sang pemilik.

“80 persen yang ditemukan pasangan tidak sah, umumnya keadaan kos terpisah dari rumah pemilik. Pengawasan pun hanya menunjuk kepada orang saja, tanpa diawasi sendiri oleh pemilik,” pungkasnya.